Kisah Unik El-Musytaq Saat Awal Berdiri

IslamicTunesNews.net – Kecenderungan masyarakat menyenangi lagu-lagu islami pada saat ini, salah satunya terbaca pada acara walimahan, nasyid dan berbagai genre lagu islami jadi pilihan utama untuk mengisi acara hiburannya. Situasi ini memberi efek baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan grup-grup nasyid di Tanahair. Seperti El-Musytaq, mereka punya cerita unik tersendiri di awal berdirinya.

Grup musik El-Musytaq berdiri tanggal 26 Desember 2018, tengah dikibarkan oleh lima orang personalnya; Dikdik sholehudin (Vokalis – Bandung), Rizka Puji Septiani (Vokalis – Bandung), Elis Mila Rosa (Vokalis – Bandung), M. Iqbal Centaury (Pianis – Sumedang), dan Nizar Ali Pahlawan (Drummer – Kuningan). Eksistensinya tengah memikat hati para penikmat lagu religi di kota Bandung.

Para personal El-Musytaq. (Dok. Istimewa)
Para personal El-Musytaq. (Dok. Istimewa)

Sejarah Berdirinya El-Musytaq

Nizar saat kami wawancarai, Rabu (12/2/2020) mengatakan, ” El-Musytaq didirikan di Pondok Pesantren Mahasiswa Universal, Cibiru, Kota Bandung. Kami sendiri gak tau siapa pendirinya, karna El-Musytaq lahir dari ketidaksengajaan. Berawal dari hobi yang sama, jadi kami putuskan untuk menjadikan perkumpulan kami ini sebagai grup musik ber-genre islami. Tujuannya memang karena kami berasal dari pondok pesantren, kami ingin berdakwah dengan cara yang kami bisa, lewat syair atau lagu-lagu islami. Semoga bermanfaat juga bagi semua orang.”

Nizar juga mengatakan, “Kami berlima memang berasal dari tempat yang sama, di pondok mahasiswa. Kami juga satu kampus di UIN Bandung. Bermula ketika kami sedang iseng-iseng latihan di aula pondok dengan alat seadanya, coba-coba cover lagu dan direkam pake HP. Kemudian saya edit dan share ke temen-temen yang lain. Gak tau dari siapa, tiba-tiba ada alumni pondok itu juga yang hubungin saya. Ia bilang, videonya keren, ‘bisa ga kalo ngisi di acara nikahan saya’. Waduh, saya bingung harus jawab apa, di sisi lain ini kesempatan buat kami. Tapi di sisi lain, alat belum memadai, kami cuma punya keyboard. Akhirnya saya nekad aja buat terima permintaan dari alumni tadi, dengan pinjem dulu alat teman. Alhamdulillah, kami bisa tampil di acara itu, alumni ngerasa seneng, sampe ada tamu undangan yang minta nomor kontak saya buat ngisi di acara berikutnya. Sejak saat itu kami putuskan buat lanjut, dan mendirikan grup nasyid. Saat itu masih belum pake nama El-Musytaq, kami masih pake nama pondok pesantren kami.”

“Nama El-Musytaq dicetuskan oleh kang Iqbal, memiliki arti ‘rindu’ atau ‘yang dirindukan’. Harapannya, agar apa yang kami sampaikan atau kami bawakan bisa diterima oleh masyarakat,  dan selalu dirindukan,” kata Nizar.

Para personal El-Musytaq. (Dok. Istimewa)
Para personal El-Musytaq. (Dok. Istimewa)

Proses Kreatif El-Musytaq

Selain itu Nizar juga mengatakan, “Karena kami masih satu atap, jadi mudah buat kami kumpul untuk bareng latihan, makan bareng, dan nonton bareng. Minimal seminggu sekali kami jadwalin latihan bareng. Untuk saat ini kami belum punya lagu sendiri, kami masih cover dan bawaain lagu-lagu nasyid yang sudah ada. Tapi, alhamdulillah kami sudah punya album cover. Semoga kedepannya El-Musytaq bisa rilis lagu sendiri. Alhamdulillah, sekarang ini kami udah punya alat, dan studio rekaman sendiri.”

“El-Musytaq  pernah tampil pada event di beberapa kota, seperti; Cirebon, Cianjur, Garut, Tasik, Majalengka, Sumedang, Kuningan, Bekasi, Jakarta, dan Bandung. Saat ini jadwal kami cukup padat, dengan undangan tampil di acara-acara walimahan dan festival. Kami juga sedang buat videoklip lagu-lagu cover, untuk konten di kanal YouTube kami, El-Musytaq. Saya, Nizar Ali, personal paling muda, selain sebagai drummer juga jadi Adminnya El-Musytaq Nasyid Universal,” kata Nizar. (*)

Previous

Next

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *